Share

Gejolak Asmara

Author: Blue Angel
last update publish date: 2026-05-02 12:15:23

Axel terdiam sejenak.

"Pak, bagaimana? Apa jadi mesan kamarnya? Kalau tidak jadi, akan kami serahkan ke antrian di belakang," kata resepsionis.

"Jadi, tentu saja jadi. Tidak masalah 3 kamar, kami bisa saling berbagi," jawab Roy.

Roy kemudian menyelesaikan pembayaran kamar yang mereka pesan. 3 kunci diserahkan pada Roy.

Mereka kemudian berjalan menuju kamar. Kamar tersebut bernomer 78, 79, dan 80. Mereka ternyata tinggal bersebelahan.

Roy segera mem
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Tawanan Cinta Queen Mafia   Surat Balasan Dari Hugo

    "Axel, leher kamu? Hemm, bagus lah," kata Roy dengan ceplas-ceplos.Sementara Vita tampak membawa tas yang berisi barang-barangnya keluar. Dia sudah mencuci muka dan siap berangkat."Vita, biar aku yang bawa tas kamu, tasnya berat. Kamu masuk saja ke mobil," kata Axel."Tidak perlu. Oya, satu lagi, tolong hapus kontakku, atau kalau tidak biar aku yang memblokir nomormu," kata Vita.Axel tampak mematung. Kenapa dia berkata begitu tadi ke Vita? Mungkin seharusnya dia senang mendapat ciuman selamat bangun tidur dari Vita. Kenapa dia justru menuduh Vita yang tidak-tidak?Roy, Zea, Elshi, dan Roy membatu melihat pertengkaran mereka.Zea dan Elshi segera menyusul Vita yang buru-buru ke mobil."Elshi, aku mau duduk bersama kamu dan Damian di kursi belakang." Vita tampak masuk mobil dan duduk di kursi belakang lebih dulu.Mendengar Vita mengucapkan itu, Damian berinisiatif untuk duduk di kursi bagian tengah mobil bersam

  • Tawanan Cinta Queen Mafia   Apa Hubungan Roy, Elshi dan Hugo?

    Tiba-tiba saja alat pendeteksi kata yang baru saja di aktifkan Axel, sebagai percobaan awal mengeluarkan sinyal alarm, tertulis di layar alat sebesar ponsel genggam, nama Hugo, bahkan kata itu terdeteksi di ucapkan sebanyak lebih dari 5 kali. Jarak deteksi maksimal adalah 200 meter. Berarti orang yang menyebut nama itu ada di sekitar atau tidak jauh dari Axel. Benar saja di sebuah tempat duduk santai, di dekat kamar Elshi dan Damian yang ada di ujung, terlihat Elshi dan Roy sedang bicara berduaan. Axel mendekat dan mencoba menguping pembicaraan mereka. "Roy, jadi bagaimana? apa sebenarnya rencana Hugo, kenapa dia tidak membalas pesan yang ku kirim dengan surat? Jangan-jangan kamu berkhianat padaku, kamu bilang dia akan menghubungi Minggu dini hari, bukti nya besok hari sudah Senin, tapi dia tidak ada menghubungiku sama sekali." Elshi tampak mencengkram kerah kemeja Roy. Mata Axel terbelalak, rasa-rasanya dia ingin berteriak karena kaget, dia berusaha menstabilkan dirinya, percaka

  • Tawanan Cinta Queen Mafia   Siapa Hugo Sebenarnya?

    "Aku belum yakin tentang perasaanku. Aku ke kamar mandi dulu, aku akan mengatasi diriku. Kamu istirahatlah dengan baik," kata Axel.Vita segera berbaring di ranjang. Sudah 30 menit Axel di kamar mandi, dia sepertinya tidak bisa mengatasi dirinya. Vita melihat siluet tubuh di kamar mandi yang dikelilingi kaca tersebut. Vita menelan ludahnya dan berusaha menstabilkan dirinya. Axel tampak mengangkat kepalanya ke atas dan meletakkan tangannya ke bawah.Vita kemudian beranjak dari ranjang dan menghampiri Axel yang dari tadi berdiri di kamar mandi."Axel, apa kamu capek? Apa tanganmu sakit? Keluarkan, mungkin aku bisa sedikit membantumu," kata Vita.Axel membuka pintu kamar mandi tersebut dan segera menggendong Vita ke atas ranjang.Keduanya kini larut dalam ciuman sarat emosi. Beberapa kali mereka terlihat saling bergantian menggigit leher satu sama lain dengan manis.Vita meminta Axel berbaring, kemudian kedua tangannya mulai beraksi

  • Tawanan Cinta Queen Mafia   Gejolak Asmara

    Axel terdiam sejenak."Pak, bagaimana? Apa jadi mesan kamarnya? Kalau tidak jadi, akan kami serahkan ke antrian di belakang," kata resepsionis."Jadi, tentu saja jadi. Tidak masalah 3 kamar, kami bisa saling berbagi," jawab Roy.Roy kemudian menyelesaikan pembayaran kamar yang mereka pesan. 3 kunci diserahkan pada Roy.Mereka kemudian berjalan menuju kamar. Kamar tersebut bernomer 78, 79, dan 80. Mereka ternyata tinggal bersebelahan.Roy segera membuka pintu 78 dan bersiap masuk. Axel ikut masuk mengikutinya."Axel, kamu mau ngapain? Kenapa masuk ke kamarku?" tanya Roy."Bukannya kita tidur sama-sama? Memang tidak boleh aku sekamar denganmu?" tanya Axel."Aku mau tidur dengan pacarku, Zea. Di sini terlalu dingin untuk tidur dengan teman pria," kata Roy sambil tertawa."Roy, kamu mau apa? Jangan macam-macam, kalian belum cukup dewasa untuk itu," kata Elshi."Kak Elshi, tenang saja. Aku cuma pelu

  • Tawanan Cinta Queen Mafia   Axel Memang Rebutan

    Setelah semuanya siap, mereka akhirnya pamit kepada Laura dan Ibu Axel. Laura melambaikan tangan sambil berkata selamat bersenang-senang kepada kakaknya dan yang lainnya. Damian, Axel, Roy, Zea, Vita, dan Elshi membalas lambaian tangan. Axel berpesan agar Laura belajar yang rajin dan jaga ibu baik-baik. Dengan perjalanan sekitar 4 jam, mereka baru akan sampai ke pantai tujuan. Roy duduk di kursi depan dengan Zea, sementara Damian dan Elshi di kursi paling belakang. Vita sudah duduk di kursi tengah. Axel yang masih membereskan barang bawaan mereka terlihat baru mau masuk ke dalam mobil. "Damian, aku boleh duduk di belakang?" tanya Axel. "Tentu saja bole..." Belum selesai Damian menjawab, Elshi sudah menutup mulutnya. "Axel, kamu mau melihatku bermesraan dengan Damian di sini? Sudah duduk saja di kursi tengah," kata Elshi, yang sebenarnya ingin Axel dan Vita lebih dekat. "Hemm, kenapa? Kamu tidak mau duduk di sampingku? Jelas kursi kosong yang tersisa adalah di bagian tengah, k

  • Tawanan Cinta Queen Mafia   Kakak Roy Sudah Punya Pacar

    Keesokan paginya.Pintu rumah Axel diketuk seseorang. Ibu Axel tampak membukakan pintu.Setelah pintu dibuka, tampak tiga orang gadis dengan kecantikan di luar nalar, kecantikan setara bidadari dan model papan atas. Di samping mereka berdiri seorang pria yang memiliki ketampanan setara dengan anaknya Axel. Damian tersenyum dan meraih tangan Ibu Axel."Tante, maaf mengejutkanmu pagi-pagi. Perkenalkan, kami semua teman Axel dan Roy. Kami mau menjemput mereka untuk jalan-jalan ke pantai, apa boleh, Tante?" kata Damian dengan lembut dan ramah.Vita segera menghampiri Ibu Axel dan memeluknya. Dia bilang dia mau mengajak Ibu, dan juga Laura jika Ibu berkenan.Melihat kedekatan Vita dan Ibu Axel, Zea dan Elshi menutup mulut mereka seolah tidak percaya."Heem, biar menantu Ibu dan Axel yang pergi. Hari ini Laura mau kerja kelompok di rumah, mereka harus menyelesaikan tugas kelompok yang harus dikumpulkan hari Senin. Bersenang-senanglah.

  • Tawanan Cinta Queen Mafia   Bedebah Kamu Roy

    Elshi sedang menyisir rambut indahnya di depan cermin rias di dekat ranjang tidurnya. Zea melangkah masuk dan segera berdiri di belakang kakaknya yang sedang duduk di kursi. Dari pantulan cermin, tampak wajah tegang Zea yang terlihat jelas oleh Elshi."Zea, kenapa? Apa ada masalah?

  • Tawanan Cinta Queen Mafia   Kembalinya Queen Mafia

    "Queen, Hugo berencana membunuh orang kepercayaanmu, Mario. Mario telah menjadi target. Dia juga ingin menjebak mu lewat penyanderaan Mario. Queen, bagaimana ini? Satu lagi, Queen, pemimpin eksekusi penyanderaan dan pembunuhan ini adalah salah satu anak buah kesayangan dan kepercayaan Hugo, eksek

  • Tawanan Cinta Queen Mafia   Mabuk Cinta

    "Kak Elshi, aku hanya beda beberapa tahun darimu, jangan bilang aku anak kecil lagi. Oya, ayo kita sarapan sama-sama, aku sudah bikin sarapan untuk kita semua." Ajak Zea.Damian yang sudah mengenakan pakaian segera ikut duduk di kursi makan."Roy, Damian, maklumi saja jika

  • Tawanan Cinta Queen Mafia   Elshi, Ayo kita Jadian!

    Malam ini hujan turun dengan deras. Jam menunjukkan pukul 00.45 tengah malam. Elshi masih kesusahan tidur, seperti biasa. Dia berdiri di balkon sambil menyeruput kopi hangat.Tiba-tiba sebuah sepeda motor berhenti di depan pagar rumahnya. Orang itu basah kuyup, sepertinya sosok tidak asi

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status