Lyra terhuyung saat rambutnya dijambak semakin kuat. Rasa perih menyambar kulit kepalanya, membuat dadanya sesak. Namun kali ini, ia tidak tinggal diam.Dengan gerakan cepat, Lyra meraih rambut Salsa dan menjambaknya balik dengan kuat, tanpa ada keraguan sedikitpun.“Ah—!” Salsa menjerit kesakitan, refleks melepaskan cengkeramannya.Lyra mendorong tubuh Salsa menjauh dan melangkah mundur satu langkah. Napasnya terengah, dadanya naik turun, sementara kulit kepalanya masih berdenyut. Ia mengatupkan rahang, lalu menepis tangan Salsa yang sempat terangkat lagi hendak memukulnya.Lyra merapikan rambutnya dengan satu gerakan kasar, lalu mengangkat wajahnya. Tatapannya lurus dan tajam, tak lagi memancarkan ketakutan.“Aku tidak berubah karena mereka,” ucap Lyra lirih namun tegas. Suaranya bergetar tipis, bukan karena takut, melainkan karena amarah yang tertahan. “Aku berubah karena aku sudah lelah diperlakukan seperti ini.”Ia mengusap rambutnya sendiri sekali lagi, lalu menatap Salsa dengan
Terakhir Diperbarui : 2025-12-21 Baca selengkapnya