Lyra segera menarik diri dari pelukan Neilson, mundur satu langkah dengan gerakan canggung. Pandangannya tanpa sadar beralih ke dada pria itu yang kini ternodai cairan telur, membuat rasa bersalahnya semakin menekan.“A-aku minta maaf,” ucapnya gugup. Dengan spontan Lyra mengulurkan tangan, berniat membersihkan telur itu tanpa berpikir panjang. Namun, sebelum jemarinya menyentuh dada Neilson lagi, pria itu lebih dulu menangkap pergelangan tangannya.Genggamannya tidak kasar, tetapi cukup kuat untuk menghentikan pergerakan gadis itu. Neilson menatapnya dingin, sorot matanya datar namun tajam.“Apa yang ingin kamu lakukan?” tanyanya rendah, membuat Lyra kembali membeku di tempatnya.Lyra segera menarik tangannya kembali, jantungnya berdegup tak karuan. “M–maaf … maaf karena bersikap lancang,” ucapnya terbata-bata. Ia menunduk, tak berani menatap Neilson.Pandangannya kemudian beralih ke sekeliling dapur, lalu berhenti pada gulungan tisu di dekat wastafel. Ia segera meraihnya dan menyod
Terakhir Diperbarui : 2026-01-03 Baca selengkapnya