Share

Bab 47

Author: Penadiary
last update Last Updated: 2025-12-24 22:02:01

Jantung Lyra kembali berdetak lebih cepat. Ia buru-buru mengalihkan pandangan ke luar jendela, takut perasaannya akan terbaca lewat ekpresi wajahnya. Jalanan tampak kabur di matanya, bukan karena air mata, melainkan karena pikirannya yang terlalu penuh.

Ia tidak tahu sejak kapan, tapi pernikahan kontrak yang selama ini ia yakini perlahan terasa menggoyahkan perasaannya.

Saat Lyra masih terpaku dengan pikirannya sendiri, Neilson melirik sekilas ke arahnya.

“Kamu mau ke mana? Aku bisa mengantarmu," ucap Neilson datar.

Pertanyaan Neilson itu cukup membuat Lyra terkejut dan kembali ke dunia nyata, jemarinya meremas gugup di atas pangkuan saat ia menoleh ke arahnya.

“Aku … mau membeli kain,” jawab Lyra pelan, suaranya sedikit terbata. “Untuk mengerjakan tugas desain yang kamu berikan.”

Neilson terdiam sesaat, melirik jam di pergelangan tangannya sebelum kembali menatap lurus ke depan dan berkata singkat, “Aku akan menemanimu.”

Lyra terkejut dan langsung menggeleng pelan. “Tidak perlu, sung
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dosen Dingin Itu, Suami Rahasiaku   Bab 80

    Setelah beberapa saat, percakapan di antara mereka mengalir lebih panjang. Theo sesekali melemparkan cerita ringan, tentang pekerjaannya, tentang hal-hal sepele yang perlahan membuat suasana mencair. Lyra pun mulai menanggapi lebih lepas, meski tetap dengan kalimat seadanya.Tanpa mereka sadari, rasa canggung yang semula menggantung perlahan menghilang, tergantikan oleh kenyamanan yang tenang. Hujan di luar masih turun, menambah kesan hangat di dalam kafe.Di sela obrolan itu, Theo akhirnya kembali pada topik yang sejak kemarin mengganjal di benaknya. Ia menatap Lyra dengan lebih serius, namun ekspresinya tetap ramah. “Aku sempat bertanya kemarin,” celetuk Theo, nadanya lebih serius namun tetap lembut. “Bagaimana dengan tawaranku? Apa kamu tertarik untuk bekerja sama denganku?”Lyra terdiam beberapa detik, jemarinya mengelilingi gelas minumannya sebelum ia mengangkat wajah dan menatap Theo. Tatapannya jernih, penuh kehati-hatian, seolah sedang menimbang kata-kata yang tepat. “Boleh

  • Dosen Dingin Itu, Suami Rahasiaku   Bab 79

    Lyra tetap terdiam, tak satu pun kata sanggup keluar dari bibirnya. Tatapannya kosong, seolah pikirannya terjebak di antara berbagai kemungkinan yang saling bertabrakan. Ada keguncangan yang belum sempat ia redakan.Melihat reaksi Lyra yang membisu, Erina justru tampak semakin puas. Ia menggeser posisi duduknya dengan santai, lalu menopang dagunya dengan satu tangan. Senyum sinis terlukis jelas di bibirnya saat ia menatap Lyra tanpa berkedip, menikmati kebisuan itu.“Dia pasti memberimu uang, kan?” ucap Erina pelan, nadanya tajam dan menusuk. Ia memiringkan kepalanya sedikit, seakan sedang menilai reaksi di wajah Lyra. “Dan tentu saja,” lanjutnya dengan nada mengejek, “dia juga menawarkan sesuatu padamu. Apa kamu berpikir itu tulus?”Erina menyeringai tipis, sorot matanya menyiratkan keinginan untuk menancapkan kata-katanya lebih dalam lagi. Nada suaranya meninggi, sama sekali tak menyisakan kelembutan yang dulu pernah Lyra kenal.“Kamu benar-benar polos, Lyra,” katanya dingin tanpa r

  • Dosen Dingin Itu, Suami Rahasiaku   Bab 78

    “M—Mr.Neil itu ... Kak Alex?” Suara Lyra terdengar bergetar saat keluar dari bibirnya. Matanya membesar, seolah potongan ingatan yang selama ini tercerai kini dipaksa menyatu. Napasnya terasa berat ketika kesadaran itu menghantamnya tanpa ampun.Pantas saja sejak awal wajah Neilson terasa begitu tak asing baginya. Enam tahun lalu, ia pernah bertemu dengan pria itu, meski saat itu hanya mengenalnya sebagai seseorang bernama Alex. Sosok dewasa dan dingin bernama Neilson Alexander ternyata adalah pria yang sama dari masa lalunya.Dulu, Alex sangat dekat dengan Erina dan sering datang ke panti asuhan. Lyra kerap melihatnya menjemput Erina, mengantarnya pulang, atau sekadar menemuinya sebentar. Sejak dekat dengan pria itu, kehidupan Erina perlahan berubah, penampilannya semakin mewah, sering membawa pakaian mahal pulang, berbeda dari penampilan sebelumnya.Lyra juga mengingat dengan jelas bagaimana Erina pernah bercerita padanya dengan bahwa ia telah bertunangan dengan Alex. Cerita itu du

  • Dosen Dingin Itu, Suami Rahasiaku   Bab 77

    Lyra spontan mengeratkan genggamannya pada gelas di hadapannya. Ucapan Erina barusan masih terngiang jelas di telinganya, membuat dadanya terasa sesak dan jantungnya berdegup lebih cepat dari biasanya. Sorot matanya menatap Erina dengan keterkejutan yang tak bisa ia sembunyikan, ada rasa keberatan dan terhina yang menyusup masuk saat mendengar pertanyaan Erina, seolah harga dirinya diremehkan begitu saja.“Apa maksud dari pertanyaanmu, Kak Erina?” tanya Lyra akhirnya, suaranya terdengar sedikit gemetar meski ia berusaha tetap tenang.Erina menyeringai kecil, senyum yang sama sekali tak mengandung kehangatan. Ia memiringkan kepalanya sedikit, menatap Lyra seakan sedang menilai setiap reaksi yang muncul di wajah gadis itu. Tatapannya tajam, penuh sindiran yang disengaja.“Kamu ingin terus berpura-pura tidak tahu?” cibir Erina, nada suaranya terdengar menusuk dan merendahkan.Lyra menarik napas pelan sebelum menjawab, ia mencoba menenangkan dirinya yang masih terguncang. Dadanya terasa b

  • Dosen Dingin Itu, Suami Rahasiaku   Bab 76

    Lyra melirik ke sekeliling kafe dengan hati-hati. Ia sudah berada di Cafe Senja dan duduk tepat di kursi nomor dua puluh lima, sesuai dengan pesan yang diterimanya. Namun, kursi di depannya masih kosong. Suasana kafe cukup ramai, tetapi tak ada satu pun wajah yang terasa familier atau tampak berjalan mendekatinya.Awalnya Lyra sama sekali tak berniat menanggapi pesan misterius itu. Tetapi rasa penasaran akhirnya mengalahkan keraguannya, mendorongnya datang untuk memastikan siapa pengirimnya. Ia menarik napas pelan, mencoba menenangkan diri sambil menunggu yang sudah ia pesan pada pelayan tadi.Ia kemudian kembali menoleh ke arah pintu masuk kafe, jemarinya mengetuk ringan tepi meja dengan gelisah. Lyra bertanya-tanya apakah orang yang mengundangnya akan benar-benar muncul, atau pesan itu justru hanya pesan iseng dari seseorang.Minuman pesanan Lyra akhirnya tiba dan diletakkan di atas meja. Ia menyesapnya perlahan sambil memainkan ponselnya, sesekali melirik ke arah kursi di depannya

  • Dosen Dingin Itu, Suami Rahasiaku   Bab 75

    "Soal itu ... hanya kebetulan." Neilson akhirnya angkat bicara dengan nada datar, seolah ingin memutus dugaan yang terlanjur tumbuh di benak Lyra. “Telur itu memiliki stok paling banyak di kulkas, jadi aku membuatnya.”"Oh ...." Jawaban itu membuat Lyra tersenyum tipis, senyum yang lebih condong pada rasa malu daripada lega. Ia menunduk sebentar, menyadari bahwa dirinya mungkin terlalu percaya diri hanya karena beberapa perhatian kecil dari Neilson. Ada rasa hangat yang pelan-pelan surut, digantikan perasaan kikuk yang tak ingin ia akui.Tanpa berkata apa-apa lagi, Lyra meraih sendok dan mengambil sepotong telur gulung dari piringnya. Ia memasukkannya ke mulut dan mengunyah perlahan, rasanya tetap enak, tetapi hatinya sedikit kecewa. Namun, ia memilih diam, menyembunyikan perasaan itu di balik ekspresinya yang tenang, seolah tak terganggu.Neilson melirik sekilas ke arah Lyra, memperhatikan perubahan halus di wajah gadis itu yang tak sepenuhnya mampu ia sembunyikan. Ada bayangan k

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status