Ruang rapat guru mendadak berubah menjadi ruang sidang kecil. Setelah beberapa menit diskusi antar guru, keputusan dijatuhkan, ujian ulang dilakukan hari ini juga, tanpa persiapan, tanpa jeda, tanpa kesempatan pulang untuk mengambil catatan. Alexa hanya mengangguk. Tidak ada rasa takut di wajahnya, yang ada hanyalah api kecil yang menyala di matanya. Theo berdiri sedikit lebih jauh dari meja, menyilangkan tangan di depan dada. Ia tidak ikut campur, tapi sorot matanya mengikuti setiap gerak Alexa. Ada kegelisahan yang ia sembunyikan di balik ekspresi datarnya. “Baik,” ucap kepala sekolah sambil meletakkan satu lembar set soal tebal ke meja panjang. “Ini soal khusus yang tidak digunakan untuk siswa lain. Tidak mudah. Jika kau bisa mengerjakan ini, kami akan mencabut seluruh tuduhan.” Alexa menarik kursi, duduk, dan mengambil pena. Sebelum mulai, ia sempat menatap Theo satu detik. Hanya satu. Cukup untuk melihat bagaimana pria itu menahan nafas, seolah ia sendiri yang akan menjalani
Last Updated : 2025-12-04 Read more