Waktu terus berlalu seperti deru angin yang tak memberi jeda. Alexa tenggelam dalam rutinitas barunya, sekolah, belajar, bekerja paruh waktu tanpa benar-benar punya waktu untuk bernafas. Ujian akhir sudah di depan mata, dan Alexa tahu satu hal, ia tidak boleh mempermalukan dirinya lagi. Tidak untuk kedua kalinya.Malam itu, setelah makan malam selesai dan rumah kembali tenang, Alexa duduk bersama Theo di ruang belajar. Buku-buku menumpuk di meja, lembar tugas berserakan, dan pensil warna-warni menjadi saksi betapa keras ia berusaha.Theo menjelaskan materi dengan suara tenang, stabil, dan penuh kesabaran. Cara bicaranya teratur, tidak terburu-buru, setiap kalimatnya terasa jelas dan mudah dipahami. Alexa menatap papan catatan di depannya, tapi fokusnya perlahan memudar ketika pandangannya menangkap profil wajah Theo.Raut serius itu… dingin namun hangat pada saat bersamaan.Sikap tenangnya… terlihat dewasa, penuh kendali.Dan tidak bisa dipungkiri, Theo memang mempesona.Tidak heran,
Last Updated : 2025-12-09 Read more