Jam dinding merayap pelan menuju angka sebelas ketika Alexa akhirnya menghembuskan nafas panjang. Ia menoleh ke sofa, Felix sudah terkapar tanpa daya, telentang dengan satu kaki menggantung, dadanya naik turun pelan. Aroma alkohol masih samar di udara, menjadi saksi berapa banyak gelas yang telah diteguk sahabatnya malam ini.“Dengan tubuhmu yang jauh lebih besar dariku, bagaimana caranya aku mengantarmu pulang, Felix?” gumam Alexa lirih, nyaris seperti keluhan pada diri sendiri.Ia berkacak pinggang, menimbang-nimbang kemungkinan yang ada, dan semuanya berakhir pada kesimpulan yang sama. Mustahil. Jika ia memaksakan diri, bukan Felix yang sampai di tujuan, melainkan dirinya yang tumbang lebih dulu.Setelah berpikir sejenak, Alexa meraih ponsel. Keputusan diambil dengan cepat. Tak lama kemudian, dua bodyguard berdiri di hadapannya, membantu mengangkat Felix yang masih terlelap tanpa sadar.“Antarkan dia ke hotel terdekat,” ujar Alexa tegas, menyelipkan sejumlah uang ke tangan salah sat
Last Updated : 2025-12-22 Read more