Melihat istrinya yang terdiam, Peter segera berkata,"Kamu kok diam, Sayangku? Yang kukatakan memang benar, kan?" Farah mengangguk lemah. Sepertinya, dia hanya bisa pasrah untuk saat ini."Tapi, aku akan mempertimbangkannya, jika kita berpacu kembali siang ini. Bagaimana, Sayang? Nanti sore, kita akan berjalan-jalan kembali.Peter memang sangat jago merayu istrinya, saat ini di mereka kembali melakukan ritual suci yang membuat keduanya semakin melayang memacu hasrat yang semakin menghanyutkan keduanya.Terdengar suara desahan memenuhi ruangan kamar hotel itu, benar saja, Peter telah merayu istrinya untuk kembali bermain kuda-kudaan.Farah yang sudah terisi kembali energinya. Mengiyakan kembali ajakan suaminya, dan terjadilah saat ini, Peter kembali menunggangi istrinya. Dengan alat perangnya yang terus bertempur di dalam gua sempit dan lembab milik Farah.Entah sudah berapa kali Peter mengajak Farah mencapai puncak nirwana, namun dia selalu tidak pernah puas, waktu sudah menunjukkan
Last Updated : 2025-12-29 Read more