Suasana di ruang tamu kediaman Rudi terasa dingin dan kaku. Seorang perempuan tua duduk bersimpuh di sofa, wajahnya kuyu dan matanya sembab karena terlalu banyak menangis. Ia datang dengan satu tujuan: memohon belas kasihan bagi anaknya yang kini terjerat kasus hukum karena menghina Rudi dan Amanda secara daring. "Tuan Rudi, Nyonya Amanda... saya memohon dengan sangat," ucap perempuan tua itu dengan suara bergetar. "Anak saya memang salah, dia khilaf. Tapi saya mohon, cabutlah laporan itu." Rudi hanya diam, wajahnya mengeras seperti batu karang. Di sampingnya, Margareth, sang ibu, melipat tangan di dada dengan tatapan yang tidak kalah tajam. "Dia baru saja melahirkan," lanjut perempuan tua itu tersedu-sedu. "Saya khawatir pada cucu saya. Jika ibunya dipenjara, bayi itu tidak akan mendapatkan kasih sayang yang cukup. Bagaimana dengan ASI-nya? Bayi itu tidak berdosa, Tuan..." Mendengar alasan tersebut, Margareth justru mendengus sinis. Ia tidak menunjukkan simpati sedikit pun. "Lal
آخر تحديث : 2026-01-13 اقرأ المزيد