"Mau berapa ronde nanti?" tanya Firman, wajahnya menggoda, mata penuh percaya diri. Amanda kerut dahi, tidak suka sikapnya. Firman keliatan sombong, seperti sosok pria yang biasa dapat apa aja. "Kayak kuat aja. Nanya gitu," balasnya sinis, sambil minum air putih. Firman tidak mundur, malah tambah kurang ajar. "Tapi jangan nangis ya kalau punyamu robek. Aku biasanya main agak kasar. Siapa tahu nggak kuat sama 'rudalku' " Amanda muak setengah mati. Dia ambil gelas, siram air ke muka Firman. "Dasar cabul! Brengsek, nggak tahu diri. Pergi sana! Aku tidak mau sama kamu!" Firman tidak terima, pukul meja keras, berdiri gagah. "Aku juga tidak mau tidur sama cewek kayak kamu. Muka biasa aja, badan kurus kayak triplek. Mending Pak Rudi, dia tidak minta cerai dari kamu." Amanda geram berat, angkat tangan buat tampar. Tapi Firman tangkap cepat, tahan kuat. "Jangan main fisik. Kalau nggak mau sakit," ancamnya, lempar tangan Amanda kasar. "Dasar mokondo! Laki-laki nggak guna. Pergi! Aku tida
Last Updated : 2025-11-20 Read more