Suasana di lorong rumah sakit itu mendadak berubah ketika pintu ruang ICU terbuka perlahan. Suster Irene keluar dengan tergesa, wajahnya yang tertutup masker tidak mampu menyembunyikan binar kelegaan. Rudi, Margareth, Nina, dan Alex yang semula terjerat dalam keheningan yang menyesakkan, serentak berdiri. "Keluarga Nona Amanda?" panggil Suster itu. "Saya suaminya," jawab Rudi cepat, melangkah maju mendahului yang lain. Margareth, ibunya, mengikuti di belakang sambil meremas sapu tangan, sementara Alex tetap terpaku di posisinya, takut jika kehadirannya akan memicu keributan lagi. "Pasien sudah siuman. Kondisinya masih sangat lemah, pandangannya mungkin masih kabur karena pengaruh obat dan sebagainya, tapi dia sudah mulai merespons," jelas Suster tersebut. Rudi mengembuskan napas panjang. Beban seberat satu ton seolah terangkat dari bahunya. "Terima kasih, Sus. Boleh kami masuk?" Suster itu ragu sejenak, matanya melirik ke arah kelompok di belakang Rudi. "Dokter mengizinkan masuk
Last Updated : 2026-01-17 Read more