Malam itu, kediaman Alex dan Nina terasa begitu sunyi, sebuah kesunyian yang mencekam di balik dinding-dinding yang biasanya hangat dengan gelak tawa. Nina duduk di tepi ranjang, menatap kosong ke arah pantulan dirinya di cermin rias. Kata-kata Gadis di kafe siang tadi terus berputar-putar di kepalanya seperti kaset rusak yang tak bisa dimatikan. Meskipun ia telah membela suaminya dengan begitu gigih di depan Gadis, ada sepercik keraguan yang mulai tumbuh di sudut hatinya yang paling gelap. Ketika pintu kamar terbuka dan Alex melangkah masuk, suasana seketika berubah. Alex, yang biasanya tampak percaya diri, malam itu terlihat sedikit lesu. Ia meletakkan kunci mobil di atas nakas, mencoba bersikap seolah semuanya normal. Namun, ia tidak tahu bahwa Nina sedang menabung keberanian untuk menghancurkan ketenangan semu itu. "Alex," panggil Nina lembut, namun ada nada dingin yang tak biasa di sana. Alex menoleh, mencoba memaksakan senyum terbaiknya. "Ya, Sayang? Kamu belum tidur? Aku tad
Last Updated : 2026-01-25 Read more