"Aku sudah bilang pada Mami, itu urusanku," jawab Bhaga dengan suara tegas. "Tapi lihat kenyataannya, Nak! Hari ini saja, ada penagih hutang yang datang ke sini, mencarimu. Memalukan!" Binar merasa dunia berputar. Dia tidak menyangka masalahnya sudah sejauh ini. Dengan sengaja Binar menyenggol meja di ruang depan hingga mengeluarkan suara. Dia masuk dengan wajah pucat. Nurma langsung terdiam, sementara Bhaga menatapnya dengan penuh perhatian. "Ada apa, Sayang?" tanya Bhaga. "Tidak... tidak ada," jawab Binar sambil berusaha tersenyum. "Aku... aku hanya lelah. Aku akan ke kamar Ardan dulu." Dia menoleh pada Nurma. “Permisi, Bu.” Malam itu, Binar menginap di kamar Ardan, tetapi tidak bisa tidur. Pikirannya dipenuhi oleh perkataan Nurma dan kondisi ayahnya.Keesokan harinya, saat Bhaga pergi kerja, Binar mendapat telepon lagi dari ayahnya. "Nak, uangnya tidak cukup," suara Raja terdengar panik. "Mereka menemukan Ayah lagi. Tolong, Nak... Ayah butuh 200 juta sekarang, atau mereka ak
Last Updated : 2025-11-27 Read more