Bhaga baru saja menyelesaikan simpul dasinya. Dari belakang, Binar muncul dengan Ardan bergandengan tangan. Binar baru saja selesai memandikan Ardan, meski belum mengenakan seragam sekolah."Papa udah mau berangkat?" tanya Ardan, matanya yang bulat menatap Bhaga.Bhaga berbalik, tersenyum. Dia mengacak rambut Ardan pelan. "Iya, Nak. Ada rapat penting. Nanti malam papa sepertinya pulang terlambat ya.""Bawain mainan ya, Pah?""Ardan," Binar menegur lembut, "mainannya masih banyak, bahkan masih ada yang belum dibuka."Bhaga tertawa kecil. "Enggak apa-apa. Ardan mau apa?"Ardan berpikir serius, jari telunjuk di dagu. "Mau buku gambar baru aja, deh, Pah."Kembali, Bhaga terkekeh. “Kalau buku nanti beli sendiri ya, ditemani Bunda.”Dengan penuh semangat, Ardan mengangguk. “Oke, Papa.” Dia lalu merentangkan tangannya, meminta dipeluk, dan tanpa diminta dua kali, Bhaga langsung memeluknya dengan sayang.Binar tersenyum melihat interaksi mereka. Bhaga menatapnya, lalu mendekat. Tangannya mer
Read more