Siang itu, Elyssa bertemu dengan Juan. Ia memilih sebuah kafe yang agak sepi, jauh dari keramaian pusat kota, dan menyewa ruangan privat untuk menjamin agar pertemuan itu tetap menjadi rahasia di antara mereka berdua.Juan datang dengan senyum sumringah, mengira Elyssa ingin mengajaknya makan siang secara tertutup, mungkin untuk melepas rindu sebagai teman. Teman dadakan wkwk.“Pesanlah sesuatu, Juan,” kata Elyssa begitu Juan duduk, nadanya datar dan tanpa basa-basi.Juan membuka buku menu, ekspresinya ceria. "Menu apa yang harus aku coba, Nona? Oh ya, walaupun kamu yang mengajakku, aku akan tetap membayarnya dan juga membayar punyamu. Jadi kamu pesanlah juga, pesan sesuatu yang lezat.”“Aku ke sini tidak untuk makan, Juan,” kata Elyssa datar. Wajahnya tampak serius, tidak ada senyum hangat di sana.Senyum di bibir Juan luntur seketika. Ia menutup buku menu itu. “Lalu, kamu mengajakku ke kafe untuk apa, Nona?”“Jangan panggil aku Nona. Aku kurang suka,” ujar Elyssa. Entah kenapa ia ag
Last Updated : 2025-12-16 Read more