Elyssa terkejut dengan Sean yang tiba-tiba memasuki dirinya. “Akhh… Mas… j-jangan dulu. Kamu harus pake pengaman!” katanya, suaranya tercekat, menahan nikmat.Sean mengerti. Ia kembali menarik miliknya dari sana. “Maaf, Sayang. Aku terlalu bersemangat.”“Ah, gapapa, Mas. Tapi pake pengamanmu! Aku gak mau hamil sebelum kita resmi menjadi pasangan suami istri,” jelas Elyssa.Sean lalu membongkar laci di samping ranjang, lalu kembali menatap Elyssa. Matanya gelap, penuh gairah.Ia meletakkan pengaman itu di nakas dan kembali ke atas Elyssa, menatap lekat tunangannya yang kini menahan napas."Aku sudah menunggu terlalu lama untuk ini, Sayang," bisik Sean, suaranya tercekat. Ia mencium kening Elyssa, lalu turun ke hidung, dan akhirnya ke bibir, memulai ciuman yang kini menuntut.Elyssa merespon ciuman itu dengan seluruh kerinduan dan cinta yang ia miliki. Tangannya meremas punggung Sean, lalu naik ke rambut, mengacak-acaknya.Mereka pun bergerak cepat, menanggalkan sisa-sisa pakaian yang t
Last Updated : 2025-12-12 Read more