Pagi itu, Elyssa terbangun lebih dulu. Ia berbalik dan mendapati Sean masih tidur lelap. Pria itu tampak nyaman di balik selimutnya. Sebuah senyum simpul menghiasi wajah Elyssa tatkala memandangi wajah Sean cukup lama.‘Mau ngakak tapi takut kualat,’ batinnya, menahan tawa. Akhirnya, Elyssa pun bangkit dari ranjang, niatnya ingin menyiapkan sarapan untuk suami tercinta.Setelah mencuci muka, ia segera turun ke dapur.Pagi ini, Elyssa memutuskan untuk membuat bubur jagung saja, supaya suaminya tidak kesulitan mengunyah karena bibirnya masih bengkak.Begitu buburnya siap, Elyssa kembali ke atas untuk membangunkan Sean. Namun, ia malah mendapati suaminya sudah bangun, bahkan sudah tampil rapi dengan kemeja dan jasnya, siap untuk berangkat kerja."Loh, Mas?" Elyssa mengernyit bingung. "Kemarin katanya gak mau ke kantor kalau bibirnya masih bengkak? Tapi kok udah rapi begini? Gak istirahat dulu aja, Mas?”“Aku ada meeting penting siang nanti, Sayang. Gak bisa ditunda, apalagi dibatalkan,”
Last Updated : 2026-01-30 Read more