Sinar matahari yang menerobos celah gorden kamar suite akhirnya membangunkan Sean. Ia mengerjap, merasakan beban hangat di lengannya. Elyssa masih terlelap dengan tenang, rambutnya yang bergelombang berantakan di atas bantal, terlihat sangat cantik di mata Sean.Sean mengecup dahi istrinya dengan lembut. "Sayang, bangun. Sudah siang, nanti kita telat sarapan."Elyssa melenguh kecil, perlahan membuka matanya. Begitu kesadarannya pulih dan mengingat apa yang terjadi semalam, wajahnya langsung merona merah. Ia menyembunyikan wajahnya di dada Sean. "Udah jam berapa, Mas?""Jam delapan. Yuk, turun. Mereka pasti udah nungguin di bawah."Setelah bersiap-siap dengan pakaian santai namun tetap rapi, mereka pun turun ke restoran hotel.Benar saja, di meja besar dekat jendela, Marina, Charlie, Baskara, dan Nirmala sudah duduk berkumpul sembari menikmati kopi dan sarapan mereka."Nah, ini dia subjek pembicaraan kita dari tadi baru muncul," seru Charlie begitu melihat anak dan menantunya mendekat.
Last Updated : 2026-01-26 Read more