Kenza melangkah lebih dulu, memandu Bi Sumi dan Siren menyusuri koridor rumah baru mereka. Langkah kakinya menggema di lantai, sementara Bi Sumi dan Siren mengekor di belakang dengan langkah yang jauh lebih pelan dan hati-hati."Tadi Papa sama sekali belum menjelaskan detail soal rumah ini?" tanya Kenza tanpa menoleh, suaranya terdengar berat dan datar.Bi Sumi menyahut dengan sopan, "Belum, Tuan Muda. Tadi sama Bapak hanya perkenalan singkat, bahas tugas, dan negosiasi gaji. Kalau soal seluk-beluk rumah, saya juga belum sempat melihat."Kenza mengangguk pelan, lalu berhenti di ruang tengah yang luas."Oke. Jadi, di lantai satu ini ada tiga kamar utama. Yang ini kamar orang tua saya," tunjuk Kenza pada pintu kayu jati yang kokoh. "Di sebelahnya ada kamar tamu, dan yang di dekat area dapur itu kamar buat ART. Nanti Bibi dan Siren bisa tidur di sana."Ia kemudian bergeser sedikit, menunjuk pintu kaca yang tertutup tirai tipis. "Yang itu ruang kerja Papa. Jangan masuk ke sana kecuali dim
Last Updated : 2026-02-15 Read more