Di dalam toko buku itu, Yara berjalan pelan di antara rak-rak tinggi yang dipenuhi aroma kertas baru dan tinta. Alden tampak antusias, tangannya sibuk menarik beberapa komik dari rak berbeda—genre slice of life, romansa ringan, sampai yang bernuansa gelap. Ia membolak-balik halaman dengan saksama, sesekali mengernyit, seolah sedang menimbang mana yang cukup “hidup” untuk jadi referensinya.“Yang ini dialognya kuat,” gumam Alden sambil menyodorkan satu buku ke arah Yara.Yara menerima komik itu, mengangguk kecil. “Ekspresinya kerasa banget. Kayak kita ikut tenggelam.”Alden tersenyum tipis. “Nah, itu yang aku cari.”Mereka tak menyadari, di lorong lain, seseorang berhenti melangkah begitu matanya menangkap sosok yang sangat dikenalnya.“Yara?”Suara itu terdengar ragu, seolah takut salah lihat. Namun detik berikutnya, Arunika sudah berlari kecil, meninggalkan keranjang belanjanya. Begitu jarak mereka menyempit, Arunika langsung memeluk Yara tanpa aba-aba—erat, hangat, penuh lega.“Ya T
Last Updated : 2025-12-15 Read more