Amel melangkah ke arah dapur dengan langkah pelan. Lampu gantung memantulkan cahaya kekuningan ke meja makan, terlihat jelas satu piring cheesecake strawberry belum di sentuh, masih utuh, potongannya rapi, saus merahnya mengkilap tipis di permukaan. Langkah Amel terhenti. Ia mendekat, menunduk sedikit, matanya menyusuri tekstur kue itu, lapisan krim yang halus, remah biskuit di bagian bawah, dan Strawberry yang samar. "Apa benar ini mirip sekali dengan buatan Ibunya Alex,” gumamnya pelan. Ujung jarinya menyentuh piring, lalu ia mengambil garpu. Sebuah potongan kecil diangkat dan masuk ke mulutnya. Amel mengunyah perlahan. Tak ada yang beda, rasanya sama, manisnya pas, teksturnya lembut... persis seperti yang selalu ia buat. Ia menelan, lalu menatap kue itu lebih lama. Alisnya sedikit berkerut, seolah ada sesuatu yang mengganjal di pikirannya. Tiba-tiba suara kecil memecah keheningan. “Maaamaa…” Amel menoleh kebelakang. Dari lorong, Lily berlari kecil dengan langkah yan
Last Updated : 2026-01-13 Read more