Beni baru saja melangkah keluar dari gang seketika itu terdengar suara mobil berhenti. Suara itu cukup untuk membuat darahnya membeku.Refleks, Beni menoleh, mobil hitam itu kini berada di ujung gang, entah sejak kapan, mesinnya menyala rendah, lampunya mati, tapi bayangannya menutup mulut gang.“Brengsek…” napas Beni tercekat.Langkah kaki terdengar, dari arah belakang, Beni berbalik cepat. Seorang pria berdiri di sana, jaket hitam, tubuh tegap, wajah datar tanpa ekspresi. Beni mundur setapak. “Mau kemana lo.” Suara pria itu tenang, “Gang ini bukan jalan pintas.”Beni menelan ludah, otaknya berputar, mencari celah.“Gue cuma...”Belum sempat kalimatnya selesai, pria itu bergerak dengan cepat, Beni refleks berlari.Ia menerobos jemuran, hampir tersandung ember, bahunya menghantam dinding sempit gang. Karena masih terlalu pagi, dan gang itu keliatan sangat sepi. Di belakangnya, langkah kaki mengejar. Beni berbelok tajam ke kanan, meloncat pagar rendah rumah kosong, mendarat dengan lu
Last Updated : 2026-01-09 Read more