Ivan Korolev tersungkur di lantai, kedua tangannya terikat pada rantai yang digantung rendah. Tubuhnya penuh luka biru, ungu, merah, warna-warni yang tercipta dari gempuran tanpa henti. Sudah berjam-jam, mungkin hari. Ia tidak ingat.Hanya satu hal yang membuatnya tetap sadar, suara langkah itu. Langkah berat, mantap, dan tenang. Langkah milik raja kegelapan Balkan.Drazhan muncul dari balik bayangan, sorotan lampu kuning pucat menimpa wajahnya yang keras seperti diukir dari granit. Tidak ada amarah, tidak ada kebencian, dan tidak ada ketergesaan. Justru itulah yang membuatnya terlihat mematikan bagi para musuhnya.“Sudah siap bicara?” Drazhan bertanya pelan, suaranya terdengar lebih menyeramkan daripada teriakan.Ivan terbatuk, darah menetes dari bibirnya. “Aku tidak tahu keberadaan Sergei dan Seraphine.”Belum sempat ia menyelesaikan kalimat itu, Drazhan menendang perutnya kuat hingga tubuh Ivan terangkat beberapa sentimeter dari lantai.Pria itu terjatuh dengan bunyi keras, rantai
Last Updated : 2025-12-09 Read more