Aldean terdiam sejenak sebelum mulai menggoyangkan pinggulnya maju mundur dengan ritme pelan dan penuh rasa. Tangannya menggenggam pinggang Celine erat.Sensasi itu mengguncang tubuh mereka, membuat keduanya melupakan dunia di sekeliling.“Ahh… Om…” desah Celine, napasnya terengah-engah, matanya setengah terpejam.“Iya, Bebihh?”“Om, ini gila banget. Aku kayak… terbang,” suara Celine bergetar, napasnya makin memburu.Aldean menatapnya dalam-dalam, penuh rasa, sementara pinggulnya terus menekan di bawah sana.“Biarin dirimu terbang, Bebi. Aku di sini. Kita terbang bareng.”Napas mereka menyatu, memburu dalam satu tarikan. Tiap hentakan, tiap desahan, seolah bercerita lebih dari seribu kata.Tak ada lagi dunia luar. Hanya mereka berdua, terus bergerak dalam ritme, rasa, dan cinta yang tak bisa lagi diucap, hanya bisa dirasakan.Semakin lama, gerakan Aldean semakin dalam dan cepat, namun tak pernah kehilangan kelembutan. Seolah ia ingin menanamkan kehadirannya di setiap inci tubuh Celine
Last Updated : 2025-12-31 Read more