Celine menahan napas sesaat sebelum akhirnya membuka suara.“Aneh menurut kamu, bukan berarti ada yang salah,” ucapnya lembut, meski ada ketegangan tipis di sana. “Kadang hidup emang suka ketemu kebetulan yang nggak masuk akal, Kay.”Kayra menatap sahabatnya lama. Tatapannya bukan menghakimi, melainkan mengamati. Seolah sedang menyusun potongan-potongan puzzle dari kejadian yang saling terkait. Kemudian, ia tersenyum kecil.“Iya sih,” katanya ringan. “Aku kebawa perasaan aja kali ya.”Ia menyandarkan punggung ke sofa, seolah topik itu selesai. Seakan semua kecurigaannya barusan hanyalah angin lalu.Namun, sebelum Celine benar-benar bisa menarik napas lega, Kayra menambahkan pelan, “Cuma ya… aku ngerasa kamu akhir-akhir ini berubah, Cel.”Celine menoleh.“Dan aku cuma pengin tahu,” lanjut Kayra, suaranya turun satu tingkat, lebih jujur dari sebelumnya, “kamu baik-baik aja. Itu aja.”Kalimat itu sederhana, tapi menghantam lebih keras daripada tuduhan mana pun.Celine menelan ludah, mera
Last Updated : 2025-12-24 Read more