Celine tak menghindar dari tatapan itu. Untuk pertama kalinya, dia membalasnya.Ada sesuatu yang bergerak di antara mereka. Perlahan, penuh kesabaran, tapi pasti. Seperti magnet tak terlihat yang menarik mereka semakin dekat. Menarik hati mereka membuka diri. Menarik batas yang selama ini mereka pegang menjadi semakin tipis… semakin kabur.Keheningan kembali jatuh, tapi kali ini berbeda. Hening yang terasa seperti awal, bukan akhir.Aldean akhirnya berdeham kecil, berusaha mengembalikan akal sehatnya.“Lupakan, Cel,” ucapnya pelan. “Kita udah selesai makan, kan? Sekarang waktunya bersihin meja.”“Ah—iya, Om!” Celine tersentak kecil, pipinya memanas. Ia penasaran dengan jawaban Aldean, tapi beruasa menahan. “B-bi… biar aku aja yang beresin.”Celine berdiri dan mulai mengumpulkan piring dan gelas, berusaha menyibukkan tangan agar tidak terlalu memikirkan rasa penasarannya dan tidak terlalu gugup, mengingat betapa intensnya tatapan mereka barusan.Aldean ikut berdiri. “Aku bantuin.”“Ngg
Last Updated : 2025-11-28 Read more