ホーム / Romansa / Ah! Sentuh Aku Lagi, Om / Batas Yang Akhirnya Runtuh...

共有

Batas Yang Akhirnya Runtuh...

last update 公開日: 2025-11-28 10:39:05

Celine tak menghindar dari tatapan itu. Untuk pertama kalinya, dia membalasnya.

Ada sesuatu yang bergerak di antara mereka. Perlahan, penuh kesabaran, tapi pasti. Seperti magnet tak terlihat yang menarik mereka semakin dekat. Menarik hati mereka membuka diri. Menarik batas yang selama ini mereka pegang menjadi semakin tipis… semakin kabur.

Keheningan kembali jatuh, tapi kali ini berbeda. Hening yang terasa seperti awal, bukan akhir.

Aldean akhirnya berdeham kecil, berusaha mengembalikan akal se
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Ah! Sentuh Aku Lagi, Om   BAB. 257

    Melihat Amira yang histeris dengan wajah sok nelangsa dari atas kursi roda, Kayra melangkah perlahan mendekati ibu kandungnya. Celine dan Aldean tidak menahannya justru mereka memberikan kepercayaan penuh pada Kayra.​Begitu Kayra berdiri tepat di hadapannya, Amira cepat-cepat meraih tangan kiri Kayra dengan jemarinya yang terborgol. Wajahnya yang kusam sengaja dipasang selayaknya seorang ibu yang teramat menderita.​Namun, saat pandangan Amira jatuh pada lengan kanan Kayra yang tergantung lemas dan terbungkus rapat di balik arm sling, matanya seketika membelalak.“Ya Tuhan... Kay! Tanganmu... kenapa tanganmu bisa seperti ini, Nak?!” tanya Amira dengan nada suara yang sengaja dibikin bergetar panik, memegang arm sling itu dengan wajah sok terkejut.​Kayra menarik pelan tangan kirinya dari genggaman Amira. Wajahnya tetap tenang, tanpa ada sedikit pun raut kesedihan atau kerapuhan di sana.​“Cuma luka kecil pas kecelakaan kemarin,” jawab Kayra santai, begitu ringan seolah bukan masalah

  • Ah! Sentuh Aku Lagi, Om   BAB. 256

    Suasana di ruang makan mendadak menjadi hening. Celine memandang Kayra dengan tatapan cemas. Perlahan, tangan kirinya mengusap lembut punggung sahabat yang kini menjadi putri sambungnya itu—menyalurkan kekuatan sekaligus ketenangan yang utuh.​Kayra menundukkan pandangannya, menatap sisa roti di piringnya. Memori tentang Amira—ibu kandung yang tega memanfaatkannya, memutarbalikkan fakta, menghasutnya untuk membenci Celine, hingga menyebabkan tangan kanannya kini lumpuh—berputar keras di benak gadis itu.​“Nak,” panggil Aldean lagi. Suaranya teramat lembut dan penuh pertimbangan, menyiratkan kasih sayang seorang ayah yang tak ingin menyakiti anak semata wayangnya lagi. “Papa nggak akan memaksa. Kalau kamu belum siap, atau kamu nggak mau melihat wanita itu lagi, Papa yang akan urus semuanya. Kamu nggak perlu ikut.”​Kayra mengepalkan tangan kirinya erat-erat di atas pangkuan. Ia menarik napas panjang, meresapi kehangatan ruang makan ini—kehangatan dan rasa aman yang baru ia dapatkan da

  • Ah! Sentuh Aku Lagi, Om   BAB. 255

    Di seberang telepon, suara Evan terdengar sangat formal namun terselip nada mendesak. ​“Maaf mengganggu waktu Anda, Tuan. Saya harus melaporkan kalau pukul sepuluh pagi ini adalah sidang pertama untuk kasus Nyonya Amira, Surya, dan Maya.” ​Aldean terdiam sejenak. Sepasang mata elangnya menggelap sempurna, memancarkan aura dingin yang seketika membuat suhu di dalam kamar utama itu terasa anjlok drastis. Tangan kanannya mengepal kuat, sementara otaknya langsung memutar kembali ingatan tentang segala kelakuan bejat ketiga orang itu. ​“Urus semuanya dengan hukum yang maksimal, Evan,” jawab Aldean, suaranya terdengar begitu berat, dingin, dan tidak terbantahkan. “Pastikan pengacara kita tidak memberi mereka celah sedikit pun untuk lolos. Aku mau mereka membusuk di penjara.” ​“Baik, Tuan. Semuanya sudah dikondisikan sesuai perintah Anda,” sahut Evan cepat. Namun, asisten pribadi itu tidak langsung menutup telepon. Ada jeda ragu sejenak sebelum ia kembali bersuara. “Tapi ada satu hal lag

  • Ah! Sentuh Aku Lagi, Om   BAB. 254

    Belum sempat Celine menyelesaikan protesnya, Aldean sudah menyambar bibirnya tanpa ampun. Namun, baru beberapa kali lumatan— Dringgg!!! Dringgg!!! Aldean mendadak memembeku. Ciumannya seketika terputus. Di atas nakas, tepat di samping ranjang mereka, ponsel milik Aldean berdering dengan suara yang kelewat nyaring, memecah keintiman di antara mereka yang baru saja terbangun kembali. Layar perangkat itu menyala terang, bergetar dengan begitu lantang seolah sengaja menantang sang pemilik. Aldean masih mengukung tubuh Celine di bawahnya, memejamkan matanya rapat-rapat dengan rahang yang mengeras menahan kekesalan yang teramat luar biasa sampai ke ubun-ubun. Napasnya berembus kasar dan berat tepat di wajah sang istri. Melihat ekspresi suaminya yang mendadak drop dan menahan dongkol setengah mati karena diganggu di momen krusial, Celine yang tadinya panik seketika menahan tawa. Perempuan itu menggigit bibir bawahnya agar tidak meledakkan tawa kemenangan di depan wajah sang suami.

  • Ah! Sentuh Aku Lagi, Om   BAB 253

    Setelah hantaman gelombang nikmat itu, mereka berdua seketika membeku bersama dalam posisi saling mendekap erat, meresapi sisa-sisa denyutan kl!maks yang perlahan menyapu seluruh raga mereka dengan kehangatan yang luar biasa memabukkan. Napas Aldean memburu kasar di ceruk leher Celine, sementara tangan kirinya dengan lembut mengusap helaian rambut istrinya yang basah oleh keringat dan berantakan di atas bantal. Keheningan kamar utama kembali terasa begitu intim, hanya menyisakan suara napas keduanya yang perlahan-lahan mulai kembali teratur. Aldean perlahan menarik keperkasaannya dari milik istrinya dengan hembusan napas lega, membiarkan cairan madu cinta mereka mengalir perlahan membasahi sprei. Pria itu segera meraih tisu di atas nakas dan membersihkan seluruh sisa-sisa permainan panas itu. Setelah semuanya bersih, Aldean berbaring di sebelah Celine dan langsung menarik tubuh lemas istrinya ke dalam pelukan hangat di balik selimut tebal, membiarkan kepala Celine bersandar nyaman di

  • Ah! Sentuh Aku Lagi, Om   BAB. 252

    Celine mencengkeram erat bahu kokoh Aldean saat ciuman suaminya menuntut jauh lebih dalam. Aldean melumat bibir manis istrinya dengan ritme yang teramat dominan, seolah ingin menghapus sisa kepanikan akibat interupsi Kayra tadi, menggantinya dengan gelora gairah yang kembali tersulut pekat. Ketika Aldean akhirnya memberi ruang untuk napas mereka terlepas, Celine terengah dengan mata sayu yang memerah alami. “Mas... jangan sekarang, ih. Nanti kalau Kayra balik lagi gimana... ahh—” Kalimat Celine terputus menjadi desahan halus saat jemari kokoh Aldean merayap turun, menyusuri pinggang ramping istrinya dengan usapan yang menghantarkan sengatan panas. “Dia nggak akan kembali, Sayang. Anak kita sudah menetapkan target untuk bulan depan,” bisik Aldean rendah, suara baritonnya yang serak terdengar begitu seksi di depan telinga Celine. Pria itu merunduk, membiarkan bibirnya menjelajahi rahang tegas Celine, lalu turun menghujani leher jenjang istrinya dengan kecupan-kecupan basah yang m

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status