Aldean tak merespon, dia fokus sepenuhnya saat bibir dan lidahnya bekerja lembut di tempat paling sensitif di diri Celine, di bawah sana. Jari-jarinya tak kalah gesit, menembus perlahan dengan ritme yang membuat tubuh Celine bergetar, dadanya naik turun tak beraturan. Dua jari Aldean bergerak mantap, menusuk dan menyentuh milik Celine hingga membuat Celine meremang, gejolak gairah menyebar sampai ujung sarafnya. “Sstt... Om Dean...” Celine mendesis pelan, suaranya bergetar memanggil nama Aldean. Aldean mengangkat wajahnya, menghentikan sentuhannya di bawah sana, lalu menyapu bibirnya yang mengkilap. Pandangnya jatuh pada wajah Celine yang memerah dan basah oleh gairah akibat ulah bibir, lidah, dan jari-jarinya. Perlahan, Aldean merayap naik, bibirnya mengecup sekilas bibir Celine. “Kenapa, Bebi?” tanyanya, suaranya berat menahan bara hasrat yang mengalir deras di dadanya. “Mmm... Om, itu tadi enak banget,” jawab Celine, napasnya terengah. “Kamu suka?” “Hm.” Aldean terse
Last Updated : 2025-12-11 Read more