Celine menelan ludah, lalu melirik Vita yang sudah fokus menatap layar laptop.Ia menggeser kursinya sedikit, mengangkat ponsel, dan menempelkannya ke telinga.“Halo, Kay…”Dari seberang, suara Kayra terdengar pelan tapi tajam. “Cel, kamu lagi di kantor, ya?”“Iya,” jawab Celine singkat. “Kenapa?”Ada jeda singkat, hanya suara napas di seberang sana. Lalu suara Kayra kembali terdengar, kali ini begitu antusias. “Cel, aku mau kita mulai rencana pertama buat nyelidikin Papa.”Jantung Celine berdegup lebih cepat.“Rencana apa?” tanyanya serak.“Aku mau kamu perhatiin Papa di kantor,” ucap Kayra tanpa bertele-tele. “Cara dia berinteraksi sama orang-orang. Kliennya, karyawannya, bahkan… perempuan.”Tangan Celine yang memegang ponsel mengencang.“Kay—” ia menahan suara, lalu menurunkannya. “Maksud kamu?”“Ya, mungkin aja,” lanjut Kayra, nadanya kini lebih dingin, “Papa dekat dengan seseorang di kantor. Atau sering ketemu orang yang sama. Atau berubah sikap saat bersama orang tertentu.”Celi
Last Updated : 2025-12-16 Read more