Raga segera menoleh ke arah Paula dengan tatapan yang sangat serius. "Tan, aku butuh laptop tambahan sekarang juga." Paula tidak membuang waktu, ia memberikan isyarat cepat kepada anak buahnya yang berjaga di pintu untuk membawakan laptop spesifikasi tinggi. Setelah laptop berada di depannya, Raga langsung menarik kursi dan duduk tepat di sebelah Indra, jemarinya mulai menari lincah di atas papan ketik. "Dra, gue sudah menyalin isi filenya ke sini. Lo tetap fokus ke pembukaan enkripsi utamanya, jangan sampe fokus lo pecah," perintah Raga tanpa mengalihkan pandangan dari layar. Indra mengangguk mantap, keringat mulai membasahi pelipisnya lagi. "Siap, Jul. Jadi Lo yang bakal memotong jalur mirroring si Carmella itu?" Raga hanya memberikan gumaman singkat sebagai jawaban, matanya menyipit saat melihat garis-garis kode virus yang mulai mencoba menyusup ke jaringannya. Sementara itu, Paula berdiri di belakang mereka dengan tenang, menyalakan rokoknya dan membiarkan asap mengepul
Last Updated : 2026-01-22 Read more