"Baru saja menjadi pangeran, tapi tidak punya etika kepada yang lebih tua!" ia berucap dingin. Mendengar hal itu aku menyeringai, tawaku menggema. "Apa kalian tidak punya cermin? Jangan bilang kekuatan anggota istana hanya sebatas ini?" satu mataku memincing, suaraku lepas dengan parau. Wanita yang menyampul wajahnya dengan kipas masih mengamati kami sedari tadi. Bukankah kau menikmati teater ini? Selir pertama! "Tolong ajari pangeran ini kalau begitu!" aku membisu sejenak sampai akhirnya kedua bibir ini kembali bercelah. "Mungkin jika kalian mengajari aku dengan baik. Aku bisa membalas budi kepada anak-anak kalian!" tanganku terlentang, suaraku pecah bagai serpihan kaca. "Biarkan mereka mengingat kembali a j a r a n ibu mereka!" sorot mataku menjadi tajam. Ucapanku keluar dengan ketus, memapah ibuku kembali pada tempat duduknya. Wajah para selir menjadi gelap, tatapan bengis menghujaniku. "Arogan sekali! Cassian Leonce Magnus, kekuatanmu tak seberapa di istana ini!" u
Last Updated : 2025-10-26 Read more