Anak itu harus segera mati! Kewaspadaan menyerang kesadaran Alactra, tepukan bahu membuatnya sadar. Datang dari ayahnya, Valerius. "Istirahatlah." katanya, pelan. "Ayah, saya—" sebelum sempat melanjutkan kalimatnya, Valerius membelakangi Alactra— memeriksa kondisi Cassian yang sedang diobati oleh Runette. "Runette, apa itu tadi? Segel aneh yang muncul di tengah pertarungan?" tanya Valerius, rahangnya tegas. Cassandra mendekap putranya, derai air mata tak henti. "Cassian, buka matamu." pintanya lirih, menelusuri wajah Cassian, penuh dengan gores luka. "Tenanglah, dia hanya pingsan dan bukannya mati." cetus kaisar menggerakkan matanya kepada Runette. Runette menyentuh nadi Cassian. Jemarinya menelusuri setiap inci detak. Energi penyembuhan, cahaya mengkilau berwarna kehijauan, luka Cassian yang sebelumnya mengeluarkan banyak darah dapat dihentikan. Cahaya menyebar ke seluruh anggota tubuh pemuda itu. Begitu luka terpapar energi healing, sedikit demi sedikit akan meregener
Last Updated : 2025-11-17 Read more