Matahari sudah naik ke tahtanya. Raya terbangun dengan tubuh terasa berat dan lelah. Matanya berkedip pelan, menyesuaikan dengan cahaya pagi yang masuk melalui jendela. Ia menatap langit-langit kamar yang asing. Perlahan ia ingat, ini kamar Ares. Perlahan ia bangkit, menggeliat, melemaskan otot-ototnya yang kaku. Matanya mencari Ares dengan mata yang masih sayu. Kamar itu kosong. Raya turun dari ranjang, berjalan keluar kamar dengan langkah gontai. Di koridor, ia bertemu Bu Gayatri, salah satu pelayan senior di rumah itu. Wanita paruh baya itu tersenyum ramah sambil membawa nampan sarapan. "Selamat pagi, Nona," sapa Bu Gayatri dengan lembut. "Baru saja saya mau mengantarkan sarapan." Raya tersenyum canggung. "Selamat pagi, Bu. Um... Ares... maksudku Pak Ares ada dimana?" Bu Gayatri tersenyum. "Tuan Ares ada di ruang kerjanya, Nona." Raya mengangguk pelan, rasa khawatir mulai merayap. "Terima kasih, Bu." Ia berjalan menuju ruang kerja Ares di lantai yang sama. Begitu sampai di d
Last Updated : 2025-12-18 Read more