Di dalam lift Raya berdiri sendirian, napasnya memburu. wajah merah padam, mata berkilat oleh amarah yang belum reda, dan napas yang masih memburu. Tangannya terkepal erat di sisi tubuh, kukunya hampir menancap ke telapak tangan sendiri. "Gila…" gumamnya keras, nyaris mendesis. Ia menatap pantulan dirinya sendiri, seolah sedang menantang bayangan itu. "Dia benar-benar GILA!" Lift melaju turun perlahan, tapi emosi Raya justru melesat naik. "Drama apa lagi sih yang mau dia mainkan?!" lanjutnya, suara bergetar antara marah dan terhina. "Apa dia pikir aku bakal tersentuh? Setelah semuanya?! MENYEBALKAN!" Raya mengusap wajahnya kasar dengan kedua tangan, mencoba menarik napas lebih dalam. Percuma. Dadanya tetap panas. Kepalanya berdengung oleh suara-suara tadi, bisik-bisik, tatapan, nama Alicia, dan kalung itu. "Gara-gara dia lagi," gerutunya. "Sekarang semua orang pasti ngomongin aku. Lagi. Lagi!" Ia mendengus kesal. "Dasar anak kerbau, kamu itu, Kenzie!" Ucapannya terhenti mend
Last Updated : 2025-12-14 Read more