Senja turun perlahan di Bali. Langit memerah lembut, seolah laut dan langit sepakat menahan warna terbaiknya sedikit lebih lama. Daniel dan Nadia duduk di beranda vila kecil yang menghadap sawah. Angin membawa aroma tanah basah dan bunga kamboja. Tidak ada musik, tidak ada suara kota, hanya desir serangga dan napas yang kini terasa lebih ringan. Sejak pagi di Pantai Kuta, mereka tidak banyak bicara. Bukan karena kehabisan kata, melainkan karena masing-masing sedang menyusun sesuatu di dalam diri, sebuah pengakuan yang tidak ingin diucapkan sembarangan. Daniel menatap Nadia dari samping. Wajahnya terlihat tenang, tetapi matanya menyimpan kedalaman baru, seolah setiap pengalaman hidupnya kini menemukan tempat. “Nadia,” kata Daniel pelan, memecah keheningan. “Apa yang kamu rasakan hari ini… berat?” Nadia tersenyum kecil. “Tidak. Aneh, ya? Aku justru merasa utuh.” Daniel mengangguk. “Aku juga.” Ia menarik napas panjang, lalu berkata dengan nada yang tidak biasa, lebih lambat, le
最終更新日 : 2026-01-04 続きを読む