Waktu mulai bergerak dengan caranya sendiri. Hari-hari Nadia di Kopenhagen berjalan cepat namun sunyi. Setelah euforia pembukaan pameran mereda, ritme residensi kembali ke bentuk aslinya, pagi yang panjang di studio, siang dengan diskusi, dan malam yang sering berakhir dalam kelelahan yang tidak selalu ingin dibagikan. Suatu malam, Nadia duduk di lantai studio, punggungnya bersandar pada dinding. Di hadapannya, kanvas baru masih kosong. Ia menatapnya lama, menunggu sesuatu yang tak kunjung datang. Ponselnya bergetar. Pesan dari Daniel, singkat seperti biasa: Aku baru selesai rapat. Hari ini cukup berat, tapi ada kabar baik. Nadia tersenyum kecil. Ia membalas dengan jujur: Aku lelah. Tapi dengan cara yang baik. Namun setelah pesan itu terkirim, ia menyadari sesuatu yang menggelitik yaitu jarak mulai menciptakan celah kecil, bukan karena kurang cinta, melainkan karena hidup masing-masing menuntut fokus yang berbeda. Ia meletakkan ponsel. Menarik napas. Ini bukan kehila
Last Updated : 2025-12-31 Read more