Berlin malam itu bersinar seperti kota yang tahu bahwa sesuatu sedang lahir. Galeri di Kreuzberg penuh. Lampu-lampu hangat menggantung rendah, memantulkan warna pada dinding putih yang dipenuhi karya-karya Nadia. Musik jazz lembut mengalun, bercampur suara percakapan dalam berbagai bahasa. Ada kurator, kolektor, seniman, mahasiswa seni, hingga orang-orang yang datang hanya karena penasaran. Di sudut ruangan, Nadia berdiri dengan gaun sederhana berwarna krem, rambutnya tergerai. Ia terlihat tenang, tapi jantungnya berdebar seperti ingin melompat keluar dari dadanya. Ini bukan lagi mimpi. Ini adalah hasil dari jarak, kesepian, keraguan, dan keberanian. Di tengah ruangan, lukisan besar berjudul “Between Cities” menjadi pusat perhatian. Sebuah kanvas besar dengan ruang kosong luas di tengah, dua sisi yang berbeda warna, dan satu garis tipis yang menghubungkan keduanya. Orang-orang berdiri lama di depan lukisan itu. “Apa ini tentang hubungan jarak jauh?” tanya seorang jurnalis. Nad
Terakhir Diperbarui : 2026-02-27 Baca selengkapnya