“Pak, tolong lepaskan tangan saya,” pinta Sera sambil berusaha menyeimbangkan langkahnya dengan Raven.Namun, Raven tidak menghiraukan permintaan Sera. Dia tetap berjalan sembari mengeratkan genggaman tangan mereka.“Ini tempat umum. Bagaimana kalau ada yang mengenali Bapak?”“Mereka tidak akan mengenali saya, kecuali kalau kamu bersikap mencurigakan seperti ini,” jawab Raven tenang.Sera seketika mengatupkan bibirnya.Kalau dipikir-pikir, sikapnya saat ini memang cukup mencurigakan. Sera berusaha melepaskan diri dari Raven, itu membuat Raven terlihat seperti sedang memaksanya di mata orang yang melihat mereka.Pada akhirnya Sera memilih berjalan di samping pria itu.Hangatnya genggaman tangan Raven membuat Sera harus berulang kali menarik napas dalam-dalam.Ketika di loket, Raven memilih membeli tiket reguler alih-alih tiket premium.Padahal dia jauh dari kata mampu untuk membeli tiket premium yang memiliki akses eksklusif dan tanpa antre.Namun, justru hal itu yang membuat Sera tere
Last Updated : 2026-01-05 Read more