“Gimana? Nyambung?”Rania menggeleng sambil menggigit bibir bawahnya dengan cemas. “Nomor Kak Sera masih nggak aktif.”“Duh, Kak Sera ke mana, sih? Bikin khawatir aja,” ucap Salsa dengan penuh kekhawatiran..Rania lalu duduk di samping Salsa, di sofa, sambil terus menghubungi nomor telepon Sera dan mengirim beberapa pesan.Walaupun pesannya hanya ceklis satu tapi Rania berharap kakaknya akan membacanya setelah mengaktifkan nomornya nanti.“Akhir-akhir ini Kak Sera kelihatan murung.” Salsa menghela napas lesu. “Kak Sera pasti terguncang banget sama gosip yang beredar. Kira-kira ada di mana Kak Sera sekarang, ya?”Rania membuka mulut hendak menjawab, tapi dia mengurungkan niatnya saat seseorang mengetuk pintu.“Siapa yang datang?” tanya Salsa.Rania menggeleng. “Aku lihat dulu.”Lalu Rania bergegas membuka pintu. Seorang kurir pos berdiri di luar sana.“Adek namanya Rania?” tanya kurir pos tersebut.Rania mengangguk. “Iya, Pak. Ada apa ya, Pak?”“Ini ada surat untuk Adek, dari….” Pria p
Read more