Mereka bersepeda menyusuri jalanan kecil yang membelah perbukitan. Arhan berada di depan, mengayuh dengan santai, sementara Kiara duduk membonceng di belakang, kedua tangannya berpegangan di pinggang pria itu. Angin sore menyapu rambutnya, membawa aroma bunga liar dan dedaunan kering. Dalam diam, Kiara berbicara pada dirinya sendiri. Sinar matahari pukul tiga sore…. Pada hari-hari biasa, jam segini tak pernah berarti apa-apa. Biasanya aku hanya lelah, tergesa, memikirkan pesanan kafe, jam pulang, dan hal-hal yang harus kuselesaikan. Tapi sekarang… rasanya begitu berbeda. Sangat-sangat membuatku bahagia. Jantungnya berdegup kencang hanya karena melihat sehelai daun yang tergeletak di pinggir jalan, dan batu-batu kecil yang terserak, seolah sedang menyusun ceritanya sendiri. Aku ingin tahu, batinnya pelan, apa yang membuatku sebahagia ini. Arhan tiba-tiba memperlambat laju sepedanya, lalu berhenti. Kiara hampir kehi
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-01-03 อ่านเพิ่มเติม