Arhan masih berdiri di tempat, pandangannya tak lepas dari Kiara yang terisak di tepi jalan. Dunia di sekitarnya terasa hening, hanya suara tangisnya yang terdengar samar di antara angin. Haruskah ia mendekat? Atau justru pergi saja, pura-pura tak melihat? Jari-jarinya mengepal pelan. Dengan wajah bimbang, ia akhirnya meraih ponsel dan menekan panggilan ke nomor Kiara. Di depan sana, Kiara menatap layar ponselnya. Ada panggilan masuk. Masih dengan pipi yang basah, ia dengan segera menjawab panggilan itu. "Halo." Suaranya berpura-pura normal, tetapi masih terdengar sedikit bergetar. Suara di seberang telepon, hening. Tak ada jawaban. Kiara menurunkan ponselnya dari telinga, menatap layar, memastikan apa masih tersambung panggilannya. Samar-samar, suara gemuruh kereta terdengar. Bukan hanya di telinganya, tapi juga dari seberang telepon. Keningnya berkerut, ia menoleh ke kanan, ke kiri, mencari sumber suara. Sampai akhirnya pandangan itu berhenti pada sosok pria yang berdiri ta
ปรับปรุงล่าสุด : 2025-10-20 อ่านเพิ่มเติม