Perselingkuhan di Siang Hari

Perselingkuhan di Siang Hari

last updateLast Updated : 2026-02-10
By:  Wee DaeviiCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
10
10 ratings. 10 reviews
114Chapters
1.6Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Lima tahun pernikahan bukanlah waktu yang singkat bagi Kiara menunggu sebuah keajaiban yang tak kunjung datang. Seorang anak. Aris, suaminya yang seorang dokter, hanya berkata singkat, "sabar, Ra. Mungkin belum waktunya." Namun kata itu tak lagi menenangkan. Yang lebih menyesakkan, Aris bukanlah Pria tanpa anak. Dari pernikahan pertamanya dengan Lestari, ia memiliki Putri berusia sepuluh tahun, Dinda. Sementara di rumah lain, Arhan dan Dewi tampak pasangan yang sempurna. Tapi di baliknya, hanya ada kehampaan. suara yang paling sering terdengar di rumah mereka hanyalah notifikasi ponsel, bukan percakapan ataupun tawa. Akankah dua pasangan ini menemukan jalannya menuju bahagia? Atau tenggelam dalam kekosongan yang mereka coba sembunyikan?

View More

Chapter 1

bab 1 - Rintik Hujan yang Mulai Deras

"Jangan ajak istrimu, nanti anakku nggak nyaman menghabiskan waktu liburannya."

Kiara seperti dihantam batu yang begitu keras ketika tak sengaja membaca itu—sebuah pesan yang masuk dalam ponsel Aris, suaminya.

Pagi itu, hujan turun seperti tahu kapan harus datang—tepat saat Kiara membuka mata dan merasa tubuhnya tak sepenuhnya lagi bisa ia percaya.

Kepalanya berat. Punggungnya terasa panas. Ditambah satu pesan dari seorang yang sebenarnya sudah lama mengganggu ketentramannya.

'Mama-nya Dinda.'

Di sampingnya, Aris masih terlelap. Sabtu adalah hari di mana rumah sakit tak menagih waktunya—dan satu-satunya hari Kiara berharap suaminya benar-benar ada.

Tapi sepertinya, bahkan harapan itu pun tak lagi bisa diharapkan.

Saat Kiara mencoba mengabaikan pesan yang tadi sempat ia baca, ponsel milik suaminya—yang masih terhubung ke pengisi daya di meja samping tempat tidur—bergetar lagi.

"Pokoknya, hari ini harus jadi, lho. Dinda sejak kemarin sudah merengek minta ke Puncak."

Jemari Kiara mengeras. Ia spontan menatap suaminya yang masih terlelap, bibirnya cemberut disertai helaan napas kesal.

-

Dengan tubuh yang masih lemah dan batin yang mengganjal, Kiara memaksakan diri menyiapkan sarapan.

Tak lama, langkah Aris terdengar menuruni anak tangga, wangi parfum dan jam tangan yang sudah melingkar di pergelangan tangannya jelas mengatakan bahwa ia sedang bersiap pergi.

Dengan gerakan tak bertenaga, Kiara meletakkan sarapan di meja makan. Tangannya bergerak pelan, seolah berharap ada yang menegur, menyuruhnya berhenti, atau sekadar bertanya apakah ia baik-baik saja.

Namun tak ada apa-apa. Yang ada, Aris langsung duduk tanpa menoleh, matanya sibuk menatap ponsel.

“Hari ini aku mau ke tempat Dinda. Sekalian mampir ke rumah Ibu,” katanya datar.

Kiara hanya mengangguk kecil. Ia menunggu, entah pertanyaan, entah perhatian.

“Kamu mau ikut?” lanjut Aris, nadanya terdengar jelas hanya sebatas basa-basi. Tanpa menunggu jawaban, ia menambahkan, “Tapi semalam kamu bilang mau bikin pesanan kue untuk tetangga, kan?

"Iya," jawab Kiara singkat.

Tepat di saat Kiara duduk, ponsel Aris kembali bergetar.

Suara anak perempuan terdengar samar dari ujung telepon. Riang, manja.

“Iya, Sayang. Sebentar lagi Papa ke rumah, ya. Tunggu Papa.”

Nada lembut itu menampar ruang sepi di dada Kiara.

Aris meneguk minumannya cepat, lalu berdiri.

"Aku berangkat dulu," ucapnya singkat tanpa menatap Kiara yang kini terlihat pucat.

Pintu pun tertutup. Rumah kembali sunyi, tidak—bukan rumah, tapi perasaannya sendiri.

Ia memejamkan mata, berusaha menelan kehampaan yang entah sejak kapan menetap di dadanya. Rasa sepi yang tak pernah benar-benar pergi, hanya berganti bentuk setiap hari.

Di tengah sunyi itulah, tanpa Kiara sadari, seseorang tengah menantinya.

Arhan.

Ia sudah cukup lama duduk di sebuah kafe, matanya sesekali melirik ke arah pintu. Menunggu kemunculan seorang perempuan yang akhir-akhir ini diam-diam mengusik pikirannya.

“Apa hari ini dia nggak mengantar pesanan?” gumamnya pelan sambil melirik jam.

Di waktu yang sama, perempuan yang ditunggu Arhan justru merasakan tubuhnya semakin melemah. Meski begitu, Kiara tetap memaksakan diri menyelesaikan pesanan. Ia sudah terlanjur mengiyakan permintaan tetangganya dan menolak bukan pilihan.

Namun, saat membuka lemari dapur, gerakannya terhenti.

Butter-nya habis.

Kiara menatap kabinet kosong itu sejenak, lalu menghela napas panjang.

It’s oke, beli sebentar saja, batinnya, mencoba meyakinkan diri.

Tangannya sempat meraih kunci di atas meja, tetapi pandangannya tiba-tiba berkunang. Tubuhnya sedikit limbung. Ia menatap kunci itu beberapa detik, lalu menurunkannya pelan dan memilih memesan taksi menuju minimarket terdekat.

Di dalam taksi, Kiara bersandar, matanya terpejam setengah. Napasnya diatur perlahan, berusaha menenangkan degup jantung yang terasa tak beraturan.

Usai berbelanja, langkahnya justru semakin berat. Dunia di sekelilingnya terasa berputar pelan, warnanya seperti memudar.

Keringat dingin mulai membasahi wajah dan lehernya.

Dari seberang jalan, Arhan melihatnya dan refleks melambaikan tangan. Senyumnya sempat merekah—lalu lenyap ketika Kiara terhuyung.

Tubuh itu ambruk di tepi trotoar, tepat saat hujan kembali turun lebih deras.

Arhan berlari menyeberang jalan, mengabaikan klakson dan percikan air. Ia berlutut di samping Kiara yang terbaring pucat, tak bergerak.

Di balik keramaian itu, tak seorang pun tahu bahwa hidup Kiara dipenuhi kesunyian. Hari-harinya kosong, nyaris tanpa warna. Dan dari kekosongan itulah Arhan datang—tanpa niat, tanpa rencana—perlahan masuk ke kehidupan seorang perempuan bersuami yang telah lama kehilangan denyut perasaannya.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

reviewsMore

Fitriani Ani
Fitriani Ani
bagus ceritanya
2026-01-30 12:11:48
0
0
Cynta
Cynta
ceritanya bagus.. bikin penasaran..
2026-01-23 22:51:16
0
0
kamiya san
kamiya san
Sepertinya menarik! Ada Mas Aris woiiiii
2026-01-01 18:57:06
1
0
agneslovely2014
agneslovely2014
Bagus ceritanya, semangat updatenya Kak!
2025-11-06 22:14:08
1
0
La Bianconera
La Bianconera
Semangat, Kak. Ceritanya bagus.
2025-11-06 16:09:43
1
0
114 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status