Aurora duduk bersandar di sofa, matanya tak lepas dari layar tablet yang memuat daftar tugas panjang. Wajahnya sedikit pucat tanpa riasan, namun sorot matanya tetap tajam dan fokus. Di hadapannya, Hana dan Mbak Ratih duduk dengan punggung tegak sempurna. Keduanya diam, terpaku menunggu titah. "Hana," panggil Aurora tanpa menoleh. "Siap, Bu." Aurora mendongak, menatap Hana lurus. "Begitu mendarat di Jakarta, langsung koordinasi dengan Raka. Cairkan dana operasional dari Aetherion saat itu juga," perintah Aurora tegas. "Prioritas utama kita, amankan bahan baku untuk produksi massal koleksi The Rebirth." "Jangan sampai kehabisan stok, terutama stok kain kulit metalik itu." "Baik, Bu. Supplier sudah saya kontak." Aurora mengangguk singkat, lalu beralih menatap Mbak Ratih lekat-lekat. "Mbak Ratih, PR Mbak paling berat," ucap Aurora serius. "Kita terima pesanan ribuan potong. Mbak harus rekrut penjahit tambahan minggu ini juga. Cari yang spesialis bahan tebal dan ku
Última actualización : 2026-01-30 Leer más