Pagi-pagi Mutiara begitu kerepotan menyiapkan sarapan para pengawal dan seluruh penghuni di rumah besar itu. Semalam Si Bibi sudah diberhentikan. Alvin tidak tega melihatnya.“Sayang sebaiknya kita pesan saja.”“Jangan, akan terlalu besar biayanya,” tolak Mutiara. “Kita harus menyiapkan banyak daging dan ikan.”“Tapi gak mungkin kan, kamu harus masak tiga kali setiap hari,” jelas Alvin.“Ya, aku sudah menghubungi Ibu Sulastri, sore ini ada orang yang akan datang untuk bantu-bantu di rumah ini.”“Oh, kalau begitu biar anak-anak yang jemput.” Alvin menghela napas. “Untuk keamanan sebaiknya kamu dan anak-anak meminimalisir untuk bepergian. Brigitta dan Lila juga ke Rumah Main harus dengan pengawalan lebih ketat.”Raut wajah Alvin menunjukkan kesedihan. Ia merasa sangat bersalah terhadap Mutiara. Sejak mereka dekat, di sanalah penderitaan mulai bermunculan. Bahkan Mutiara harus kehilangan kedua orang tuanya.Mutiara memperhatikan Suaminya. Ia sangat khawatir dengan keadaan perusahaannya.
Last Updated : 2026-01-07 Read more