Share

Bab 99

Penulis: Kalista Aruna
last update Terakhir Diperbarui: 2026-01-09 22:17:16

Ya, inilah yang ditakutkan oleh Mutiara. Seakan peristiwa-peristiwa yang menakutkan sedang mengintai untuk mewujudkannya. Mutiara tidak rela kalau Lila berada di bawah pengasuhan seorang penjahat. Apalagi harta yang ia mililiki adalah pemberian Alvin.

Hal bodoh itu tidak mungkin terjadi. Mutiara berisi keras untuk tetap mempertahankan Lila dan harta yang diberikan oleh Alvin. Ia tidak sampai hati, kalau semua yang Alvin dapatkan, diambil oleh Farel Arfando.

“Ya, sudah sekarang Sus Nini boleh istirahat. Biar Aku yang mengurusi Lila.”

“Tidak perlu Nyonya, saya baik-baik saja. Tapi saya takut kalau harus keluar dari gerbang rumah ini.”

“Kalau begitu, mulai saat ini Sus Nini dan Sus Rina mengajak Lila dan Brigita bermain di teras rumah, di halaman dan di taman rumah saja. Saya kira tempat seluas ini tidak akan membosankan, bukan?”

“Baik, Nyonya.” Suster Nini membalikkan badannya untuk menemui Lila.

“Oh ya, kalau temen-temenmu yang kerja di mini market, atau pengasuh lainnya mau main. Aja
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Ibu Susu untuk Bayi Sang Mantan   Bab 91

    Di kantor Perusahaan Alvin Karya, sebuah ruangan pertemuan tampak riuh. Ketegangan terjadi di sana. Anggota dewan komisaris masih memperdebatkan tentang menghentikan Randi sekaligus memidananakannya.“Tuan Alvin, Tindakan anda terlalu semena-mena, kekanakan. Semua bisa dibicarakan, jangan asal main pecat tanpa melibatkan kami. Lalu apa artinya keberadaan kami di sini. Anda terlalu otoriter. Bagaimana nasib ke depan perusahaan ini ?!” seru salah satu peserta rapat penuh emosi.“Setuju ….”“Benar itu,”“Ya, sebaiknya begitu.”“Huuu, huuu, huuu. Itu pemikiran yang kolot.”Suara sorak sorai yang mendukung maupun yang menolak pernyataan tersebut saling bersahutan. Ada juga yang berusaha untuk menenangkan.“Tenang … tenang semua. Mohon tenang dan Nyonya-Nyonya tuan-tuan.”Alvin mengangguk dengan ekspresi muka menahan emosi. Tangannya mengepal kuat, namun ia memaksakan diri untuk mengumbar sebuah senyum lebar. Tatapannya ia sapukan ke seluruh peserta rapat untuk memetakan orang-orang yang pr

  • Ibu Susu untuk Bayi Sang Mantan   Bab 90

    “Trimakasih banyak, Nona. saya berharap dalam minggu ini saya bisa mengambil Lila dari tangan Mutiara. Saya akan menggunakan bayi itu supaya mendapat tebusan yang besar.”“Apa!” Melinda terhenyak dengan tujuan Farel Arfando. “Bukannya aku meminta kamu untuk memisahkan Lila dari Perempuan binal itu. Kenapa kamu hendak menjadikannya sandra?”Melinda merasa salah menilai Farel Arfando. Mulanya, dia berfikir laki-laki bejat ini akan menjadi pesuruhnya yang setia dan melakukan semua perintahnya. Namun justru ia memiliki misi lain.Sementara Farel Arfando merasa kebingungan dengan ucapan Melinda. bukankah ia diperintahkan untuk menculik Lila. Dan ia menyerahkan sepenuhny tentang Lila ke depannya. Tentu saja Ia akan manfaatkan bayi mungil itu untuk mendapatkan uang tebusan. Ia tidak akan pernah mengembalikan Lila, sebelum ia mendapatkan semua dan menghancurkan Mutiara bahkan rumah tangganya.“Ada yang salah, Nona?” tanya Farel tampak kebingungan.Melinda mengatupkan bibirnya kuat-kuat. Kemar

  • Ibu Susu untuk Bayi Sang Mantan   Bab 99

    Ya, inilah yang ditakutkan oleh Mutiara. Seakan peristiwa-peristiwa yang menakutkan sedang mengintai untuk mewujudkannya. Mutiara tidak rela kalau Lila berada di bawah pengasuhan seorang penjahat. Apalagi harta yang ia mililiki adalah pemberian Alvin.Hal bodoh itu tidak mungkin terjadi. Mutiara berisi keras untuk tetap mempertahankan Lila dan harta yang diberikan oleh Alvin. Ia tidak sampai hati, kalau semua yang Alvin dapatkan, diambil oleh Farel Arfando.“Ya, sudah sekarang Sus Nini boleh istirahat. Biar Aku yang mengurusi Lila.”“Tidak perlu Nyonya, saya baik-baik saja. Tapi saya takut kalau harus keluar dari gerbang rumah ini.”“Kalau begitu, mulai saat ini Sus Nini dan Sus Rina mengajak Lila dan Brigita bermain di teras rumah, di halaman dan di taman rumah saja. Saya kira tempat seluas ini tidak akan membosankan, bukan?”“Baik, Nyonya.” Suster Nini membalikkan badannya untuk menemui Lila.“Oh ya, kalau temen-temenmu yang kerja di mini market, atau pengasuh lainnya mau main. Aja

  • Ibu Susu untuk Bayi Sang Mantan   89

    Seketika tubuhnya lunglai. Namun Suster Nini yang sedang merangkulnya menyadari keadaan Mutiara. Ia segera berteriak memanggil Mutiara.“Nyonya … Nyonya, bangun. Jangan pingsan, Nyonya.”Mutiara yang kaget berusaha melawan kelemahannya. Dengan sekuat tenaga ia memaksa dirinya untuk tetap tegak.Wajahnya memucat keringat dingin menetes di pelipisnya. Pelan-pelan ia mengatur napas. Rasa takut justru menyergapanya. Mutiara takut kalau Melinda akan menggunakan Farel Arfando untuk mengganggunya.Ingatannya kembali ketika ia tinggal di panthouse Melida menakut-nakutinya kalau Melinda akan menyerahkan Mutiara pada Farel Arfando. Kini Farel sudah berani muncul di dekat tempat tinggalnya. Bahkan ia tahu kalau Suster Nini yang mengasuh Lila.“Jangan ambil Lila,” gumam Mutiara.Serta merta kekuatannya kembali pulih. Ia menarik Sus Nini untuk segera pulang ke rumah. para pengawal seketika heboh. Mereka berpencar untuk menyisir tempat-tempat yang dimungkinkan menjadi tempat persembunyian Farel Ar

  • Ibu Susu untuk Bayi Sang Mantan   Bab 88

    Pagi-pagi Mutiara begitu kerepotan menyiapkan sarapan para pengawal dan seluruh penghuni di rumah besar itu. Semalam Si Bibi sudah diberhentikan. Alvin tidak tega melihatnya.“Sayang sebaiknya kita pesan saja.”“Jangan, akan terlalu besar biayanya,” tolak Mutiara. “Kita harus menyiapkan banyak daging dan ikan.”“Tapi gak mungkin kan, kamu harus masak tiga kali setiap hari,” jelas Alvin.“Ya, aku sudah menghubungi Ibu Sulastri, sore ini ada orang yang akan datang untuk bantu-bantu di rumah ini.”“Oh, kalau begitu biar anak-anak yang jemput.” Alvin menghela napas. “Untuk keamanan sebaiknya kamu dan anak-anak meminimalisir untuk bepergian. Brigitta dan Lila juga ke Rumah Main harus dengan pengawalan lebih ketat.”Raut wajah Alvin menunjukkan kesedihan. Ia merasa sangat bersalah terhadap Mutiara. Sejak mereka dekat, di sanalah penderitaan mulai bermunculan. Bahkan Mutiara harus kehilangan kedua orang tuanya.Mutiara memperhatikan Suaminya. Ia sangat khawatir dengan keadaan perusahaannya.

  • Ibu Susu untuk Bayi Sang Mantan   Bab 87

    Mutiara tercengang tidak menyangka pembantu yang ia percaya telah berkhianat. Naluri sebagai ibu yang ingin melindungi anaknya pun muncul. Ia berniat menyerang si Bibi, tapi ia urungkan karena ia ingin mendapatkan informasi lebih jauh dari percakapan Bibi dengan seseorang diseberang telepon.[Sekarang, nona Brigitta sudah ditangani dokter.][Baik Nona, saya akan lebih teliti lagi.][Siap Nona, tolong beritahu saya jika rencana itu akan dilaksanakan.][Dalam minggu ini?][Baik akan saya rahasiakan.]Keringat dingin menetes di pelipis Mutiara. Giginya bergeretak menahan kekecewaan. Mutiara segera pergi meninggalakan Bibi. Ia memberi tahu Alvin atas apa yang ia dengar.Alvin dan Danang pun marah. Mereka segera memanggil Bibi untuk ditanya. Mutiara tidak bergabung. Ia harus mengawasi Brigitta dan Lila beserta para baby siternya.“Siapa yang menyuruhmu?”Bibi hanya menundukkan wajahnya dalam-dalam. Isak tangis Terdengar menyesakkan. Ada rasa tidak tega dari keduanya . Namun Tindakan pengh

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status