Suasana tidak berubah.Namun tidak lagi terasa sama.“Kalau begitu,” kata Damian pelan, “kita sudah sampai pada kesimpulan masing-masing.”“Belum,” sahut Miranda singkat.Damian menoleh padanya.“Kau belum menjawab satu hal,” lanjut Miranda. “Semua yang kau lakukan ini—kau pikir tidak akan terlihat?”“Aku tidak menyembunyikan apa pun,” jawab Damian.“Kau tidak perlu,” sahut Tama, “Karena kau memang tak pernah melakukannya secara langsung.”Hening. Damian menatapnya.“Kalau begitu, jelaskan,” ujar Damian.Nadanya datar, tatapannya lurus pada Tama.Tama tak buru-buru menjawab.Ia membalas tatapan Damian, jarinya mengetuk meja pelan.“Informasi tidak keluar sendiri,” katanya akhirnya.“Media tak pernah menulis tanpa arah.”“Dan pesan tidak akan sampai… tanpa pengirim.”Sunyi.“Dan menurutmu itu aku?” tanya Damian.“Aku tak pernah menuduh,” jawab Tama. “Aku hanya terbiasa membaca pola.”“Dan pola itu,” katanya pelan, “selalu melibatkan orang yang sama.”Tidak ada nama disebut.Namun kali
Baca selengkapnya