Napas Arka terdengar berat, mengisi kesunyian kamar yang hanya diterangi lampu tidur temaram. Dia sudah siap untuk menyatukan diri, menahan bobot tubuhnya dengan tangan yang kekar agar tidak menindih Nia. Namun, sebelum dia sempat bergerak lebih jauh, tangan Nia yang lembut menahan dadanya."Tunggu, Mas," bisik Nia, suaranya serak dan menggoda.Nia perlahan mendorong tubuh Arka agar kembali berbaring telentang. Meski sedang hamil muda, Nia merasa memiliki kendali malam ini. Hormon-hormon itu tidak hanya mengubah tubuhnya, tapi juga memberinya keberanian yang tidak pernah ia miliki sebelumnya. Dia ingin memuja pria yang telah melindunginya mati-matian ini."Biarkan aku yang melayanimu dulu," ucap Nia pelan.Nia beringsut turun dari posisinya, bergerak perlahan di antara kedua kaki Arka. Arka menatapnya dengan pandangan kabur oleh gairah, tangannya meremas seprai."Nia, kamu tidak perlu...""Aku mau, Mas," potong Nia.Dia menunduk. Rambut panjangnya jatuh menutupi wajah Arka bagian bawah
Terakhir Diperbarui : 2025-12-29 Baca selengkapnya