Satu bulan pasca penahanan Clara.Hidup Arka terasa nyaris sempurna. Tanpa gangguan Clara dan rongrongan Dirga, perusahaan rintisannya tumbuh pesat. Nia, yang kini hamil empat bulan, terlihat semakin bercahaya. Pagi itu, Arka baru saja selesai memeriksa laporan keuangan kuartal ketiga di kantornya. Angka-angka hijau yang memuaskan.Namun, ada satu hal yang mengganjal.Anton.Investor misterius yang menyuntikkan dana $2 juta di saat kritis dulu, pagi ini meminta pertemuan tertutup. Bukan di ruang rapat, bukan di kafe, melainkan di ruangan Arka sendiri, dengan permintaan spesifik: "Kosongkan lantai eksekutif. Saya butuh privasi mutlak."Pintu ruangan terbuka. Anton masuk.Biasanya, pria paruh baya itu tampil santai dengan kemeja batik atau jas kasual. Namun hari ini, Anton mengenakan setelan tuxedo hitam formal, lengkap dengan sarung tangan putih yang terlipat di saku. Wajahnya kaku, tanpa senyum ramah yang biasa ia tunjukkan."Pak Anton," sapa Arka, sedikit bingung dengan formalitas ini
Terakhir Diperbarui : 2026-01-03 Baca selengkapnya