Satu hari sebelum malam amal.Lampu kristal di walk-in closet kamar utama kediaman Adhiguna bersinar hangat, memantul pada deretan jas dan gaun malam yang tertata rapi. Namun, perhatian Nia malam itu terpaku pada satu gaun yang tergantung di tengah ruangan.Nia berdiri di depan cermin besar, memegang sebuah gaun panjang berwarna midnight blue dengan potongan bahu terbuka (off-shoulder) dan bagian punggung yang terekspos sangat rendah. Gaun itu indah, elegan, namun memancarkan aura dingin yang mengintimidasi."Ini terlalu... mirip dengan seleranya, Mas," gumam Nia pelan, jarinya menyusuri kain beludru halus gaun itu. "Potongannya, warnanya, bahkan detail korsetnya... ini teriakkan nama 'Clara' di setiap jahitannya."Arka, yang duduk di sofa beludru di tengah ruangan sambil menyesap espresso malamnya, mengangguk pelan."Itu tujuannya, Sayang," jawab Arka tenang. Matanya menatap gaun itu dengan tatapan menilai, seolah sedang melihat senjata, bukan pakaian. "Clara punya selera yang sangat
Last Updated : 2026-02-16 Read more