"Hah? Oh...itu." Nesya tertawa kecil."Ya nggaklah. Tadi itu aku cuma becanda doang. Habisnya aku jengkel melihat tingkahnya yang sok ngebossy di kantor ini makanya aku kerjain saja dia biar dia kepanasan sendiri.""Oh...cuma becanda doang. Aku kirain beneran." Lani tersenyum-senyum sendiri."Eh, jangan berpikiran aneh-aneh, deh. Gak mungkinlah aku lakuin hal itu. Gini-gini, aku termasuk perempuan yang setia lho sama suami," cetus Nesya sambil menepuk dadanya."Iya deh, si yang paling setia," olok Lani sambil tertawa."Ha ha ha...bisa aja kamu, Lan," balas Nesya yang ikut tertawa juga."Nesya, ayo kita ke ruanganku sekarang," panggil Deon yang sudah selesai menelepon."Iya, Pak. Eh Lan, aku tinggal dulu ya. Udah dipanggil pak Deon, nih," pamit Nesya."Oke. Selamat berpusing ria ya. Daaa..."Setelah mengucapkan salam perpisahan, Nesya dan Lani segera berpisah. Lani kembali ke ruangannya sedangkan Nesya mengekori Deon menuju ke ruangannya.Sementara itu Runi yang tengah dilanda perasaan
最終更新日 : 2026-03-18 続きを読む